Join FriendFinder - Find Your Special Someone!

Bisikan air kolam  

Jumat, 17 April 2009

Menyusul sebuah penugasan yang tidak bisa ditolak, seorang pendeta harus bepergian ke sebuah desa pedalaman. Oleh karena rusaknya jalan, maka terpaksalah ia berdesak-desakan menggunakan angkutan kota (angkot). Di tengah jalan, angkot terakhir distop oleh seorang wanita cantik nan menawan plus bajunya yang minim baik di atas maupun di bawah. Melihat godaan di depan mata, pendeta inipun berdoa untuk pertama kalinya : ‘Tuhan, jauhkanlah hamba dari segala godaan’. Kendati sudah berdoa demikian, toh wanita cantik tadi duduk persis di sebelah pendeta.
Begitu ada lobang jalan yang diabaikan supir angkot, berguncanglah kendaraan. Sebagai akibatnya, bagian sensitif wanita cantik tadi menyentuh tubuh Bapa pendeta. Kali ini ia berdoa untuk kedua kalinya : ‘Tuhan, kuatkanlah iman hambamu’. Tikungan berikutnya, ada polisi tidur yang tidak dilihat supir angkot, sehingga meloncatlah kendaraan. Kali ini wanita cantik tadi berteriak ketakutan sambil memeluk pendeta : ‘Bapa Pendeta toloong !’. Untuk ketiga kalinya, sahabat pendeta tadi berdoa : ‘Tuhan, terjadilah apa yang seharusnya terjadi !’.
Silahkan Anda berespon terhadap lelucon ini. Mau tertawa, tersenyum, mengerutkan dahi, asal jangan tersinggung karena ini hanyalah bunganya canda. Terlepas apapun respons Anda, nafsu dan keserakahan di manapun berperilaku serupa. Di mana hawa nafsu bercampur rapi dengan keserakahan, di sanalah kejernihan itu lenyap. Jangankan kejernihan orang biasa, doa pendetapun bisa berubah begitu ia diperkosa oleh hawa nafsu.
Satu bingkai dengan cerita pendeta di atas, Indonesia sebagai sebuah kolam sangat mungkin sedang kehilangan kejernihan. Masih jauhnya tanda-tanda keluar dari krisis, ditambah dengan kisruhnya pemecahan demikian banyaknya persoalan publik, apa lagi diikuti oleh barisan kecurigaan di sana-sini, maka lengkaplah wajah kolam Indonesia sebagai kolam kekisruhan.
Sebagaimana kolam yang sebenarnya, di mana wajah kolam yang kisruh menghalangi penglihatan yang jernih tentang apa yang ada di kedalaman kolam, demikian juga dengan kolam Indonesia. Setiap kali sebuah persoalan muncul ke permukaan, hampir setiap kali itu juga kita berdebat tanpa ujung pangkal. Semakin lama debat dilakukan, bukannya semakin terbuka pintu kejernihan, malah sebaliknya, semakin pintu kejernihan ditutup rapat-rapat oleh rangkaian wacana di banyak media.
Sebutlah kasus PKPS yang berkepanjangan itu. Atau perhatikan sinyalemen dua komando dalam perekonomian sebagaimana pernah disinyalir seorang sahabat ekonom. Atau drama konflik yang melanda hampir semua partai politik besar. Atau perdebatan tentang legal tidaknya penjualan sejumlah harta negara yang menghebohkan itu. Semakin lama dan panjang perdebatan dilakukan, semakin sang penglihatan menjadi semakin rabun dalam melihat wajah persoalan. Mirip dengan ayam yang bertemu sang malam, dan kemudian penglihatannya menjadi rabun. Demikian juga dengan nasib sang negeri. Wacana bukannya membawa kita ke terangnya sinar matahari siang hari, malah menggusur kita ke sang malam yang rabun.
Dalam sejarah pengetahuan dari dulu hingga sekarang, kebanyakan wacana adalah pergeserar sang hari dari malam ke siang. Gerakan sebaliknya terjadi, hanya ketika kita manusia sudah demikian terbungkus oleh nafsu dan keserakahan. Sehingga bisa dimaklumi, kalau ada banyak sahabat sudah dihinggapi keengganan yang amat tinggi untuk mengikuti wacana.
Membaca koran, majalah, melihat televisi, mendengarkan radio yang membawa bendera wacana bukanlah sebuah kesenggangan yang mudah menarik perhatian orang sekarang-sekarang ini. Sejumlah sahabat bahkan menyebutkan, jauh lebih menarik melihat-lihat iklan dibandingkan mengikuti wacana. Sebab, iklan adalah tanda-tanda lebih ‘jujur’ dari datangnya kecenderungan. Atau memperhatikan gambar-gambar tanpa suara. Di mana gambar demikian berbicara jauh lebih jujur dibandingkan kata-kata yang diproduksi lidah tidak bertulang.
Di tengah-tengah keengganan serta kemalasan seperti ini, di pinggir kolam saya suka membuka telinga kepekaan. Tidak untuk berbuat aneh dan bisa dikira gila. Tetapi hanya untuk belajar bagaiamana kolam bisa kelihatan jernih, hening dan terang. Andapun boleh mencobanya. Dan di hampir semua kolam jernih, setiap pertanyaan yang datang dari kepekaan hanya dijawab dengan silence. Seakan-akan sedang berbisik ke saya : wisdom is found in silence. Kearifan bisa ditemukan dalam hening. Inilah suara arif yang kerap dibisikkan dan dinyanyikan kolam.
Entah Anda mendengar bisikan terakhir atau tidak. Yang jelas kolam sang negeri sedang menunggu keheningan dan kejernihan. Waktunya memang akan datang. Cepat lambatnya keheningan dan kejernihan berkunjung, amat ditentukan oleh keseriusan kita untuk bersahabat dengan silence. Anda bebas untuk memilih jalur-jalur silence Anda, sebebas angin yang terbang ke sana kemari, sebebas kolam yang senantiasa diam, sebebas langit yang kadang gelap kadang terang. Apapun pilihan Anda semuanya layak dihargai.
Yang jelas, keengganan untuk mendengarkan bisikan air kolam di atas, mudah sekali membuat kita bernasib serupa dengan lelucon Pendeta di atas,. Terjebak dalam keserakahan dan hawa nafsu, ditenggelamkan kekeruhan, kemudian memanipulasi doa dengan kalimat : ‘terjadilah apa yang seharusnya terjadi !’. Dan kolam sang negeripun hanya bisa diam dalam kekeruhan.
:lamagawa::lamagawa::lamagawa:

Intip Semua....
AddThis Social Bookmark Button

Membaca Ini, Beresiko Impoten  

Menyadari bahwa lelucon adalah lahan subur buat inovasi dan imajinasi, maka saya relakan diri saya diledek orang. Termasuk profesi sebagai konsultan. Menanggapi lelucon saya terdahulu, di salah satu e-group yang saya ikuti, seorang sahabat pernah mengirimkan lelucon tentang konsultan.
Menurut sebuah cerita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, suatu hari seorang bar tender kedatangan tamu dengan pakaian yang amat trendy. Menyadari bahwa penampilannya demikian trendy, bar tender tadi bertanya tentang profesi sahabat ini. Dengan mantap dan percaya diri sahabat terakhir menyebut kata konsultan. Merasa bahwa profesi ini kedengarannya aneh di telinga, penjaga bar tadi bertanya balik : ‘apa itu konsultan ?’. Dan bukan konsultan namanya kalau jawabannya tidak mantap dan penuh percaya diri : ‘a logical thinker !’. Karena pendidikan terbatas, tentu saja jawaban terakhir membingungkan, dan disertai oleh permintaan agar menjelaskannya lebih lanjut.
Maka mengocehlah konsultan berpakaian trendy ini. ‘Apa Anda punya aquarium ?’, tanya konsultan menyelidik. ‘Tentu’, jawab bar tender tidak kalah mantap. ‘Nah, kalau demikian berarti Anda ini pencinta ikan’, jawab konsultan yang diikuti anggukan kepala bar tender sebagai tanda mengerti. ‘Bila Anda mencintai ikan, apakah Anda juga mencintai anak dan isteri ?’. Kali ini penjaga bar tadi tidak mau kalah percaya diri : ‘ikan saja disayang, apa lagi anak dan isteri di rumah, ia dong !’. Nah kalau Anda punya anak, punya isteri, apa lagi disayangi secara penuh, kesimpulannya Anda itu tidak impoten – demikian konsultan tadi menyimpulkan diskusi dengan topik logical thinker sambil berjalan pergi keluar dari bar.
Melihat bahwa percakapan tadi kelihatan demikian serius, tukang sapu di bar tadi bertanya : ‘siapa tamu tadi ?’. Ketularan percaya diri konsultan, penjaga bar menjawab penuh keyakinan: ‘oh itu tadi hanya konsultan !’. Merasa tidak mengerti ia balik tanya : ‘konsultan, apa itu ?’. Sama dengan fikiran banyak orang yang seperti foto copy, penjaga barpun mengulang apa yang ia dengar terdahulu ‘ a logical thinker’. Dasar tukang sapu, tentu saja dia tidak mengerti jawaban terakhir sambil bertanya kembali. Dan dasar fikiran foto copi telah merasuk ke mana-mana, maka bar tender yang baru diracuni banyak hal oleh konsultan tadi, mengulang cara menjawab konsultan di atas penuh keyakinan. ‘Anda punya aquarium ?’, tanyanya. ‘Tidak’, jawab tukang sapu. Dengan penuh keyakinan penjaga bar menyimpulkan : ‘nah kalau Anda tidak punya aquarium, itu artinya Anda impoten !’.
Terus terang, ketika pertama kali humor ini saya baca di internet, saya tertawa terpingkal-pingkal di rumah. Sampai-sampai puteri dan putera saya datang menghampiri keheranan. Anda bebas memilih, mau tertawa, tersenyum, tersinggung terserah sajalah !.
Yang jelas, berbeda dengan humor lainnya – apa lagi dirty jokes – humor di atas disamping menghibur, juga menghadirkan pemahaman makna yang dalam. Di banyak sekolah, kita memang dididik dan dibentuk sebagai logical thinker. Dan salah satu ciri utama dari berfikir logis adalah runtutan berfikirnya yang lurus dan linier. Alurnya jelas. Runtutan dan keterkaitan antarunsurnya apa lagi. Kejelasan lebih-lebih lagi, ia menjadi ‘dewa’ yang tidak boleh dilanggar. Begitu pelanggaran terhadap kejelasan terjadi, maka tidak luluslah hasilnya.
Manajemen kurang lebih juga diwarnai secara amat dominan oleh cara berfikir logis tadi. Lihat saja jurnal-jurnal berpengaruh dan terkemuka. Di tingkatan yang agak populer, Harvard Business Review bisa disebut sebagai jurnal terkemuka dan berpengaruh. Di tingkatan yang scientific, Administrative Science Quarterly bisa dipakai sebagai contoh. Keduanya amat dan teramat jelas alur berfikir logisnya. Dalam prosentase kasar, ide yang dimuat di kedua jurnal terkemuka ini, lebih dari sembilan puluh persen diisi oleh fikiran-fikiran logis.
Kalau banyak ilmuwan, akademisi dan konsultan yang membangun idenya di atas basis empiris yang kuat, atau fundamen epistemologis yang mantap, saya ingin membangun logika dalam tulisan gendheng ini di atas arsitektur ide sebagaimana lelucon tentang konsultan tadi. Dalam teropong berfikir ala lelucon di atas, pemerasan dan pemerkosaan potensi otak memang telah, sedang dan akan terjadi terus menerus.
Apa lagi potensi yang bernama inovasi dan imajinasi. Ia menjadi keset yang tidak hanya diinjak-injak, melainkan juga dibakar habis. Dengan kejelasan sebagai dewa, keterkaitan yang ketat, di satu sisi bangunan ide memang jelas dan akurat. Akan tetapi, karena tidak semua hal bisa ditangkap dan diwakili melalui kejelasan dan keakuratan, maka sebagian wajah ralitapun kita buang habis.
Lebih dari sekadar membuang sebagian wajah realita, potensi inovasi dan imajinasi yang berada di luar kata-kata, tidak terwakili definisi manapun, sedang dibuat impoten. Bagaimana tidak impoten, kalau realita yang tidak berwajah mau dipetakan oleh arsitektur ide yang kerucut dan menyempit ?
Mungkin saja saya sedang gendheng, kebanyakan orang biasanya membangun arsitektur idenya di atas basis empiris yang kuat, saya malah membangunnya di atas lelucon. Dan ketika seorang sahabat yang suka bercanda bertanya ke saya definisi tentang lelucon, saya hanya menjawab enteng : ‘satu hal yang paling tidak dimengerti oleh mereka yang menyebut dirinya ilmiah’.

Intip Semua....
AddThis Social Bookmark Button

TIPS MENGHENTIKAN ONANI  

Terlepas dari sikap kita masing-masing terhadap onani dan alasan yang mendasarinya, tentunya kita setuju bahwa "segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik". Nah, Jika di antara kita ada yang rajin beronani ria dan ingin mengendalikannya (dengan alasan apapun), berikut ini ada sejumlah hal yang bisa dilirik sebagai langkah-langkah untuk mengurangi (kalau bisa, menghilangkan) kebiasaan onani. Tertarik? Coba kita lihat :

Niat, tujuan, target dan strategi serta waktu evaluasi kemajuan mesti ditetapkan sejak awal. Juga, siapkan hadiah dan hukuman sebagai imbalan. Contohnya, sewalah film kesukaan. Jika berhasil memenuhi target, tontonlah; Jika gagal, kembalikan saja;

Punya diary? Nggak ada salahnya untuk melihat catatan kegiatan "O" itu, misalnya berapa kali sehari / seminggu, pada jam berapa saja dilakukan, kejadian apa yang mengiringinya, dimana dan pada suasana apa saja onani dilakukan. Ngapain pakai lihat catatan segala? Untuk bikin kalender pencapaian target, tentunya;

Susunlah sebuah daftar berjudul "Aktivitas yang Kusukai". Kemudian tuliskan "Onani" (dan aktivitas lain yang berkaitan dengan seks) pada nomor satu, kemudian aktivitas nomor dua, tiga, dan seterusnya. Syaratnya, haruslah aktivitas yang bisa kita lakukan, menyenangkan, dan positif;

Biasanya onani dilakukan di pagi hari dan menjelang tidur pada malam hari. Nah, silakan beronani kecuali di waktu-waktu tersebut;

Jika langkah 4) berhasil, coba langkah selanjutnya: Biasanya onani dilakukan pada saat kita menghadapi suatu masalah, dan kita butuh "rekreasi" sejenak untuk melupakannya. Nah, pilihlah sebuah aktivitas dari daftar untuk dilakukan pada saat kita ingin beronani saat menghadapi masalah;

Onani juga sering dilakukan pada saat tidak ada orang di sekitar kita untuk diajak komunikasi. Nah, usahakan untuk selalu berada di tengah-tengah orang lain;

Onani juga biasanya dilakukan setelah melihat sesuatu yang syuuur. Nah, kurangi konsumsi menu "sjurasic" itu kalau memang pingin mengurangi onani. Cara lain, pakailah karet gelang di tangan. Jika lewat sebuah "pemandangan yang indah", kita bisa menjepret lengan kita untuk mengalihkan perhatian;

Onani juga menjadi pilihan pada waktu tidak bisa tidur atau terjaga di tengah waktu tidur. Nah, kita bisa pilih: Berusaha kembali tidur atau tetap bangun. Jika pingin tidur lagi, pilih aktivitas yang menimbulkan kantuk. Jika ingin tetap terjaga, lakukan aktivitas yang disukai dan menuntut konsentrasi (misalnya, main game) atau lebih baik mandi keramas. Bagi yang muslim bisa dilanjutkan dengan shalat tahajud;

Olahraga bisa meningkatkan vitalitas, sehingga dorongan seksual juga meningkat. Tapi, olahraga juga menghabiskan tenaga yang sedianya digunakan untuk onani. Jadi, tetaplah berolahraga dan hindarilah hal-hal yang mendorong untuk onani;

Onani sering jadi kelanjutan dari ngelamun jorok. Nah, selain teknik karet gelang di atas, selalu sibukkan dirimu dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Misalnya, jika PR untuk hari ini sudah dikerjakan, lanjutkan dengan PR untuk besok, atau koreksi lagi untuk meningkatkan kualitas PR-mu;

Cobalah untuk menantang dorongan onani. Jika biasanya kita "menyerah" setelah 1 minggu, lain kali coba untuk durasi dua minggu. Ada beberapa "senjata" yang bisa kita gunakan untuk melawan dorongan onani, misalnya meditasi, doa, wacana diri, dll;

Setelah periode waktu tertentu (misalnya satu bulan), evaluasi keberhasilan program. Temukan dan perbaiki kegagalan program.

Nah, selamat mencoba dan semoga berhasil.

Sumber: Berbagai sumber.

Intip Semua....
AddThis Social Bookmark Button

TIPS mendapatkan Account Premium RapidShare Gratis  

Kamis, 16 April 2009

Wah, memang hidup ini akan menarik jika kita mendapatkan sesuatu dengan gratis, namun jika hanya ingin gratis tanpa usaha dan kerja keras, itu namanya keterlaluan.

Ini adalah kelanjutan tulisan yang dulu, Jika anda ingin mendapatkan account RapidShare Premium gratis, ada cara yang GRATIS, LEGAL dan HALAL untuk mendapatkannya. Sebenarnya tidak gratis juga, kita bener-benar membeli account RapidShare Premium lewat websitenya. Namun uang yang kita gunakan untuk membeli account premium RapidShare bukan dari kantong kita, melainkan dari HASIL USAHA kita.

Intinya adalah kita akan dibayar setelah melakukan serangkaian surveys. Uang yang dibayarkan kepada kita bisa di transfer ke account kita di PayPal. Setelah itu kita membeli account Premium RapidShare lewat account PayPal kita. Semuanya gratis dari internet.

Langkah - langkah mendapatkan Premium account RapidShare:

1. Klik dan daftar account A.W.SURVEY (GRATIS) dimana kita akan dibayar. Klik di “Create A Free Account” untuk mendaftar. Setelah registrasi, lakukan survey yang telah disediakan. Anda akan mendapatkan USD $6 setelah pendaftaran dan survey pertama.

2. Daftar account PayPal di http://www.paypal.com (GRATIS). Tidak perlu memasukkan no kartu kredit jika ditanyai, karena kita menggunakan account PayPal untuk menerima uang dari A.W.SURVEY.

3. Setelah mendapatkan uang cukup, transferkan ke account PayPal anda.

4. Beli Premium Rapidshare account dari website RapidShare dengan account PayPal anda.

Sebenarnya tidak hanya account RapidShare saja, tapi kita bisa membeli apa saja lewat internet selama mereka menerima pembayaran dengan PayPal, termasuk belanja di amazon.com.

Semoga bisa membantu. Silahkan mencoba.

Intip Semua....
AddThis Social Bookmark Button

Meng-Install Windows XP di Toshiba Portege M600  

Secara default, sistem operasi yang terpasang pada notebook Toshiba Portege M600 E360 punyaku adalah Windows Vista. Karena notebook ini menggunakan hard disk SATA, aku jadi agak ragu apakah sebenarnya notebook ini bisa diinstall Windows XP atau tidak. Terlebih lagi di BIOS nya tidak ada pilihan konfigurasi hard disk SATA, yang biasanya bisa diatur menjadi mode AHCI atau IDE. Jika menggunakan mode IDE maka penggunaan hard disk SATA tidak berbeda dengan hard disk PATA yang terdahulu. Sementara jika menggunakan mode AHCI diperlukan driver khusus. Driver ini digunakan agar kemampuan hard disk SATA yang tidak ada di hard disk PATA bisa digunakan, seperti hot plug dan NCQ (Native Command Queuing).

Driver SATA ini harus di load ketika pertama kali menjalankan aplikasi setup Windows XP. Biasanya ketika muncul "Press F6 if you need to install a third party SCSI or RAID driver...", tekan F6 dan masukkan driver AHCI SATA ke dalam floppy disk. Jadi nanti aplikasi setup nya akan me-load drivernya dari floppy disk. Masalahnya adalah notebook jaman sekarang kan sudah nggak ada floppy disknya lagi. Sebenarnya masalahnya bisa langsung beres jika mode hard disknya bisa diubah ke IDE, cuma sayangnya tidak ada konfigurasinya di BIOS.

Setelah browsing sana-sini, aku menemukan link-link yang cukup membantu dari sini dan dari sini.

Ternyata ada aplikasi yang namanya nLite. Aplikasi freeware ini dapat digunakan untuk melakukan kustomisasi CD instalasi Microsoft Windows XP, 2000, dan 2003. Jadi dengan menggunakan aplikasi ini, instalasi Windows XP dapat dikonfigurasi sehingga nantinya driver AHCI untuk hard disk SATA dapat dimasukkan ke dalam installer dan otomatis akan di load ketika menjalankan aplikasi setup nya.

Jadi, langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meng-install Windows XP di Toshiba Portege M600 (dan mungkin applicable untuk tipe notebook lain yang menggunakan SATA AHCI) adalah sebagai berikut:


Unduh aplikasi nLite dari sini : http://www.nliteos.com/download.html
Aplikasi nLite ini membutuhkan .NET Framework 2.0. Jika belum terinstall, .NET Framework 2.0 dapat diunduh dari sini
Unduh driver AHCI. Untuk Toshiba Portege M600, chipset yang digunakan adalah Intel G965 Express Chipset. Untuk drivernya, dapat diunduh di: sini. File driver AHCI tersebut bernama iata78_enu.exe. Kalau tipe chipset notebook yang dimaksud tidak ada di dalam daftar, tinggal googling aja. Kalau chipsetnya masih Intel sih harusnya bisa disearch di website Intel nya.
Eksekusi file iata78_enu.exe -a dengan menggunakan priveledge administrator. Option -a hanya akan meng-extract driver AHCI ke direktori [Program Files]\Intel\Intel Matrix Storage Manager\Driver\
Jalankan nLite.
Browse ke direktori tempat file-file instalasi Windows XP disimpan.
Pilih Integrate Drivers dan Create Bootable ISO.
Pada tampilan Integrate Drivers, pilih Insert->Multiple driver folder. Lalu pilih folder [Program Files]\Intel\Intel Matrix Storage Manager\Driver\ (lokasi tempat driver AHCI di-extract).
Pada tampilan selanjutnya, akan ditampilkan list driver AHCI/RAID. Pastikan mode yang dipilih adalah Textmode driver. Toshiba Portege M600 menggunakan AHCI Controller Intel(R) 82801HEM/HBM SATA AHCI Controller (Mobile ICH8M-E/M). Jadi pilih driver tersebut. Atau kalau mau sih sekalian aja di-add semuanya. Jadi bisa digunakan juga untuk notebook lain yang menggunakan chipset yang lain juga.
Kemudian pilih Direct Burn untuk melakukan proses burning installer yang telah dimodifikasi ke dalam CD kosong. Atau pilih Create Image untuk menyimpan installernya kedalam format ISO.
Selanjutnya install Windows XP seperti biasa.
Sebagian driver bawaan Portege M600 hanya dapat digunakan di Microsoft Windows Vista. Jadi, beberapa tidak bisa digunakan di Windows XP. Driver-driver Portege M600 untuk Windows XP, dapat diunduh dari sini.

Sempat panik juga setelah selesai meng-install Windows XP, ternyata driver untuk Graphics Card nya nggak kompatibel di XP, karena memang untuk Windows Vista. Meng-install driver yang diunduh dari website Intel juga nggak bisa, karena sepertinya hanya mau diinstall menggunakan driver yang dikasih langsung dari manufakturnya. Beruntung Toshiba menyediakan driver Portege M600 untuk Windows XP.

Intip Semua....
AddThis Social Bookmark Button

Merendah Itu Indah  

Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia. Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih : surga atau neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka.Ketika memasuki surga, ia bertemu dengan pendeta, kiai dan orang-orang baik lainnya yang semuanya duduk sepi sambil membaca kitab suci. Di neraka lain lagi, ada banyak sekali hiburan di sana. Ada penyanyi cantik dan seksi lagi bernyanyi. Ada lapangan golf yang teramat indah. Singkat cerita, neraka jauh lebih dipenuhi hiburan dibandingkan surga.
Yakin dengan penglihatan matanya, maka turis tadi memohon ke Tuhan untuk tinggal di neraka saja. Esok harinya, betapa terkejutnya dia ketika sampai di neraka. Ada orang dibakar, digantung, disiksa dan kegiatan-kegiatan mengerikan lainnya. Maka proteslah dia pada petugas neraka yang asli Indonesia ini. Dengan tenang petugas terakhir menjawab : ‘kemaren kan hari terakhir pekan kampanye pemilu’. Dengan jengkel turis tadi bergumam : ‘dasar Indonesia, jangankan pemimpinnya, Tuhannya saja tidak bisa dipercaya !’.
Anda memang tidak dilarang tersenyum asal jangan tersinggung – karena ini hanya lelucon. Namun cerita ini menunjukkan, betapa kepercayaan (trust) telah menjadi komoditi yang demikian langka dan mahalnya di negeri tercinta ini. Dan sebagaimana kita tahu bersama, di masyarakat manapun di mana kepercayaan itu mahal dan langka, maka usaha-usaha mencari jalan keluar amat dan teramat sulit.
Jangankan dalam komunitas besar seperti bangsa dan perusahaan dengan ribuan tenaga kerja, dalam komunitas kecil berupa keluarga saja, kalau kepercayaan tidak ada, maka semuanya jadi runyam. Pulang malam sedikit, berujung dengan adu mulut. Berpakaian agak dandy sedikit mengundang cemburu.
Di perusahaan malah lebih parah lagi. Ketidakpercayaan sudah menjadi kanker yang demikian berbahaya. Krisis ekonomi dan konglomerasi bermula dari sini. Buruh yang mogok dan mengambil jarak di mana-mana, juga diawali dari sini. Apa lagi krisis perbankan yang memang secara institusional bertumpu pada satu-satunya modal : trust capital.
Bila Anda rajin membaca berita-berita politik, kita dihadapkan pada siklus ketidakpercayaan yang lebih hebat lagi. Polan tidak percaya pada Bambang. Bambang membenci Ani. Ani kemudian berkelahi dengan Polan. Inilah lingkaran ketidakpercayaan yang sedang memperpanjang dan memperparah krisis.
Dalam lingkungan seperti itu, kalau kemudian muncul kasus-kasus perburuhan seperti kasus hotel Shangrila di Jakarta yang tidak berujung pangkal, ini tidaklah diproduksi oleh manajemen dan tenaga kerja Shangrila saja. Kita semua sedang memproduksi diri seperti itu.
Andaikan di suatu pagi Anda bangun di pagi hari, membuka pintu depan rumah, eh ternyata di depan pintu ada sekantong tahi sapi. Lengkap dengan pengirimnya : tetangga depan rumah. Pertanyaan saya sederhana saja : bagaimanakah reaksi Anda ? Saya sudah menanyakan pertanyaan ini ke ribuan orang. Dan jawabannyapun amat beragam.
Yang jelas, mereka yang pikirannya negatif – seperti sentimen, benci, dan sejenisnya – menempatkan tahi sapi tadi sebagai awal dari permusuhan (bahkan mungkin peperangan) dengan tetangga depan rumah. Sebaliknya, mereka yang melengkapi diri dengan pikiran-pikiran positif – sabar, tenang dan melihat segala sesuatunya dari segi baiknya – menempatkannya sebagai awal persahabatan dengan tetangga depan rumah. Bedanya amatlah sederhana, yang negatif melihat tahi sapi sebagai kotoran yang menjengkelkan. Pemikir positif meletakkannya sebagai hadiah pupuk untuk tanaman halaman rumah yang memerlukannya.
Kehidupan serupa dengan tahi sapi. Ia tidak hadir lengkap dengan dimensi positif dan negatifnya. Tapi pikiranlah yang memproduksinya jadi demikian. Penyelesaian persoalan manapun – termasuk persoalan perburuhan ala Shangrila – bisa cepat bisa lambat. Amat tergantung pada seberapa banyak energi-energi positif hadir dan berkuasa dalam pikiran kita.
Cerita tentang tahi sapi ini terdengar mudah dan indah, namun perkara menjadi lain, setelah berhadapan dengan kenyataan lapangan yang teramat berbeda. Bahkan pikiran sayapun tidak seratus persen dijamin positif, kekuatan negatif kadang muncul di luar kesadaran.
Ini mengingatkan saya akan pengandaian manusia yang mirip dengan sepeda motor yang stang-nya hanya berbelok ke kiri. Wanita yang terlalu sering disakiti laki-laki, stang-nya hanya akan melihat laki-laki dari perspektif kebencian. Mereka yang lama bekerja di perusahaan yang sering membohongi pekerjanya, selamanya melihat wajah pengusaha sebagai penipu. Ini yang oleh banyak rekan psikolog disebut sebagai pengkondisian yang mematikan.
Peperangan melawan keterkondisian, mungkin itulah jenis peperangan yang paling menentukan dalam memproduksi masa depan. Entah bagaimana pengalaman Anda, namun pengalaman saya hidup bertahun-tahun di pinggir sungai mengajak saya untuk merenung. Air laut jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan air sungai. Dan satu-satunya sebab yang membuatnya demikian, karena laut berani merendah.
Demikian juga kehidupan saya bertutur. Dengan penuh rasa syukur ke Tuhan, saya telah mencapai banyak sekali hal dalam kehidupan. Kalau uang dan jabatan ukurannya, saya memang bukan orang hebat. Namun, kalau rasa syukur ukurannya, Tuhan tahu dalam klasifikasi manusia mana saya ini hidup. Dan semua ini saya peroleh, lebih banyak karena keberanian untuk merendah.
Ada yang menyebut kehidupan demikian seperti kaos kaki yang diinjak-injak orang. Orang yang menyebut demikian hidupnya maju, dan sayapun melaju dengan kehidupan saya. Entah kebetulan entah tidak. Entah paham entah tidak tentang pilosopi hidup saya seperti ini. Seorang pengunjung sebuah web site mengutip Rabin Dranath Tagore : ‘kita bertemu yang maha tinggi, ketika kita rendah hati’.

Intip Semua....
AddThis Social Bookmark Button

ketika aurel ngidam  

Minggu, 05 April 2009

aku benar benar bingung, ketika istriku aurel tiba tiba memintaku untuk memotong tangan wakil rakyat. aku merasa tidak mungkin mampu memenuhi permintaannya itu. ini sebuah hal yang mustahil. namun, dengan alasan ngidam, aurel tetap memintanya. "jabang bayi yang kukandung ini yang punya keinginan itu, mas. jika keinginannya itu tidak kamu penuhi, apa kamu tidak khawatir kalau kelak dia menjadi anak idiot." kata aurel.

"aku tidak peduli. aku tidak sanggup memenuhi permintaanmu yang aneh itu !" tegasku.
"pokoknya kamu harus memenuhi permintaan itu, mas. terserah kamu, tangan siapa yang akan kamu potong. yang penting tangan itu adalah tangan wakil rakyat Indonesia !" bantah aurel.

dadaku terasa sesak. otakku nyut nyutan. aku mengerti watak istriku. jika minta sesuatu pasti harus segera dipenuhi. jika tidak terpenuhi bisa bisa ngambek dan marah marah. lagi pula tidur sendirian disofa itu tidak enak. aku bingung mengapa aurel tiba tiba meminta sesuatu yang sangat sulit untuk dipenuhi ? kalau aku nekat memenuhi permintaan itu, risikonya pasti mendekam di dalam penjara selama bertahun tahun dengan tuduhan melakukan percobaan pembunuhan.

seminggu sudah aku bingung, karena belum juga mampu memenuhi permintaan aurel. sementara itu, sudah beberapa hari aurel ngambek. dan akan terus ngambek sampai permintaannya itu dipenuhi. jika sedang bingung aku tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja. suka salah dalam membikin sebuah laporan. kenapa marah bos. dll dll.
"memangnya kamu sedang bingung ya ta ?" tanya temanku
"aku memang sedang bingung. kepalaku bahkan sangat pusing." jawabku dengan lesu.
"memangnya ada masalah apa ? sedang ribut dengan istri ?"
aku mengangguk lesu.
"kamu sih terlalu romantis. terlalu cengeng. tidak seperti aku. kalau aku sedang ribut dengan istri, aku akan segera mencari kompensasi. cari cewek cantik, lalu kubawa ke hotel."
"itu kan kamu..." kataku.
"bagi suami, tak usah bingung bingung mengurus istri. kalau istri ngambek, biarkan saja. dunia ini masih luas. masih banyak cewek cantik di mana mana, yang bisa diajak bercinta." katanya.
"wasyu...otakmu itu memang isinya cewek saja. aku bingung, karena istriku sedang ngidam dan minta sesuatu yang sangat aneh, dan sangat sulit kupenuhi." kataku.
"memangnya istrimu minta apa ?"
"dia meminta aku untuk memotong tangan wakil rakyat."
"hah ? gila, untuk apa tangan itu ?" tanyanya keheranan.
"entahlah namanya juga orang ngidam."
"kalau begitu turuti saja permintaan istrimu itu."
"apa kamu juga ingin aku meringkuk di dalam penjara ?"
"ya itu memang risikonya. apa boleh buat ?!"
"aku tidak mau meringkuk di dalam penjara. kalau aku nekat memotong tangan wakil rakyat, maka aku pasti akan terkenal sebagai orang gila. lagipula bagaimana caranya ?"
"itu gampang. kamu pergi saja kegedung MPR. lalu kamu tunggu ditoilet, trus kamu incar mereka." katanya
"begitu ya..."

kemudian aku pulang. aurel lagi lagi bertanya. "bagaimana, mas ? sudah kamu penuhi permintaanku ?" "besok. ya, besok pasti aku akan pulang dengan membawa potongan tangan wakil rakyat." jawabku dengan suara tegas.
aurel cemberut. "awas ! Kalau besok kamu tidak membawa potongan tangan wakil rakyat itu, kembalikan saja kerumah orang tuaku !"
"apa katamu ?!"
aku mendesah panjang. dadaku terasa sesak. aku tahu, aurel bersikap keras kepala. kalau sudah mengancam akan pulang ke rumah orang tuanya, pasti ancaman itu akan dilaksanakan kalau permintaannya tidak dipenuhi.
"kalau aku sudah pulang, jangan sekali sekali kamu membujukku untuk kembali kerumah ini, mas. ingat itu !" tegas aurel.
"baiklah. besok aku pasti akan memotong tangan wakil rakyat, sesuai dengan permintaanmu. tapi kamu jangan menyesal, kalau aku kemudian tidak akan pernah pulang kerumah ini, karena aku pasti langsung ditahan oleh polisi." tegasku.

siang itu aku kegedung MPR. menunggu ditoilet. lalu salah seorang wakil rakyat datang. tanpa basa basi lagi aku langsung menyekapnya dan memotong tangannya.
"pelakunya pasti antek PKI !"
"siapa pun pelakunya, pantas dikutuk !"
"pasti itu perbuatan teroris !"
"wong asu !"
begitulah mereka bilang. sementara itu, aku sudah tiba di rumah. dan aurel menyambutnya dengan senyuman manis dan kecupan mesra.
"kamu benar benar suami yang baik, mas."
aku tersenyum lega. potongan tangan wakil rakyat yang masih basah merah darah itu aku serahkan ke aurel.

kasus ini menjadi besar. saluran TV dipenuhi berita tentang seorang wakil rakyat yang terpotong tangannya. "menurut saya, kasus pemotongan tangan wakil rakyat itu merupakan tindakan protes dan peringatan keras, agar semua tangan tangan wakil rakyat digunakan untuk hal yang benar. tidak digunakan untuk hal yang salah. merampas hak yang bukan haknya atau bertindak korupsi. tetapi siapa pun pelakunya, memang layak dikutuk, karena kasus itu merupakan kebiadaban yang amat sangat mengerikan di negara ini. bagaimana menurut anda ?" kata pembawa acara.

"saya khawatir, kalau tindakan teror terhadap elite politik sudah menjadi pola baru untuk memprotes perilaku mereka yang memang layak diprotes. saya kira, pemotongan tangan wakil rakyat itu sengaja dilakukan dengan tujuan supaya wakil rakyat lainnya tidak lagi suka mengambil keuntungan dirinya sebagai wakil rakyat. menyalahgunakan kedudukannya sebagai wakil rakyat untuk berbuat yang tidak seharusnya." tutur seorang pengamat politik.

aku tersentak kaget, ketika aurel tiba tiba membangunkan tidurku. ternyata semua ini cuma mimpi. kunyalakan TV, kulihat ada berita tentang janji janji kesepakatan antara kedua kepala negara yang berbicara tentang pemberantasan korupsi, tentang kemajuan tekhnologi, dan segala tetek bengek yang basa basi. pikirku sekali lagi itu juga pasti mimpi. lagipula bagaimana aurel bisa ngidam sedangkan hari ini saja dia datang bulan.

Intip Semua....
AddThis Social Bookmark Button

Design by Amanda @ Blogger Buster